Bank Syariah ( Mandiri )

  1. Dasar Hukum
  2. Al-Baqarah ayat 275
  3. Orang-orang yang makan(mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran(tekanan)penyakit gila keadaan mereka yang demikian itu. Sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal allah telah menghalalkan jual-beli dan mengharamkan riba .
  4. Peraturan Mahkamah Agung no.2 tahun 2008 tentang kompilasi hukum ekonomi syariah

Peradilan agama telah membawa beberapa perubahan yang signifikan terhadap kedudukan dan eksistensi peradilan agama di Indonesia. Kewenangan absolut dari peradilan agama mengalami perluasan, yakni pengadilan agama berwenang menangani permasalahan ekonomi syariah yang meliputi perbankan syariah, lembaga keuangan mikro syariah, asuransi syariah, reasuransi syariah, reksadana syariah, dan beberapa masalah ekonomi islam lainnya .

  1. UU No.21 Tahun 2008

Undang-undang yang secara spesifik mengatur tentang perbankan syariah adalah undang-undang Nomor 21 Tahun 2008. Undang-undang ini muncul setelah perkembangan perbankan syariah di Indonesia mengalami peningkatan nyang signifikan. Pada bab 1 pasal 1 yang berisi tentang Kententuan Umum Undang-undang ini telah membedakan secara jelas antara bank konvensional berserta jenis-jenisnya. Perbedaan penyebutan pun telah dibedakan sebagaimana diatur dalam pasal 1 poin ke-6 yang menyebut “Bank Pengkreditan Rakyat” sedangkan poin ke-9  menyebutkan dengan “Bank   Pembiayaan Rakyat”

Beberapa Peraturan Bank Indonesia mengenai Perbankan syariah

  1. PBI No. 9/19/PBI/2007 tentang melaksanakan prinsip syariah dalam kegiatan penghimpunan dana dan penyaluran dana serta pelayanan jasa bank syariah.
  2. PBI No. 7/35/PBI/2005 tentang perubahan atas peraturan Bank Indonesia no. 6/24/PBI/2004 tentang bank umum yang melaksanakan kegiatan usaha berdasarkan prinsip syariah.
  3. PBI No. 6/24/PBI/2004 tentang bank umum yang melaksanakan kegiatan usaha berdasarkan prinsip syariah.
  4. PRINSIP SYARIAH

Prinsip bank syariah secara umum adalah melarang melakukan transaksi yang mengandung unsur-unsur riba, maisir, gharar, dan jual beli barang haram. Prinsip bank syariah ini diterapkan untuk mencapai tujuan sesuai jalur syariah
Prinsip bank syariah (Mudharabah)
Mudharabah adalah akad kerja sama usaha antara shahibul maal (pemilik dana) dan mudharib (pengelola dana) dengan nisab bagi hasil menurut kesepakatan di muka, jika usaha mengalami kerugian maka seluruh kerugian ditanggung oleh pemilik usaha, kecuali jika ditemukan adanya kelalaian atau kesalahan oleh pengelola dana, seperti penyelewengan, kecurangan dan penyalahgunaan dana .

Prinsip bank syariah (Musyarakah)
Musyarakah adalah akad kerjasama atau pencampuran antara dua pihak atau lebih untuk melakukan suatu usaha tertentu yang halal dan produktif dengan kesepakatan bahwa keuntungan akan dibagikan sesuai dengan nisab yang disepakati dan resiko akan ditanggung sesuai dengan porsi kerjasama.
Prinsip bank syariah (Wadiah)
Wadiah adalah titipan murni dari satu pihak kepada pihak lain, baik individu maupun hukum yang harus dijaga dan dikembalikan kepada si penitip kapan saja si penitip menghendaki. Dengan melihat prinsip dalam syariah Islam.

 

  1. Perbedaan Bank Syariah dengan Bank Konvensional

 

Bank Syariah adalah bank yang beroperasi berdasarkan syariah atau prinsip agama islam. Sesuai dengan  prinsip islam yang melarang sistem bunga atau riba yang memberatkan.

Perbedaan mendasar antara Bank Syariah dengan Bank Konvensional yaitu :

  1. Perbedaan Falsafah

Perbedaan pokok terdapat pada landasan falsafah yang dianutnya. Bank syariah tidak melaksanakan sistem bunga dalam seluruh aktivitasnya sedangkan Bank konvensional justru kebalikannya. Hal inilah yang menjadi perbedaan yang sangat mendalam terhadap produk-produk yang dikembangkan oleh bank syariah, dimana untuk menghindari sistem bunga maka sistem yang dikembangkan adalah jual beli secara kemitraan yang dilaksanakan dalam bentuk bagi hasil. Dengan demikian semua jenis transaksi diperbolehkan asalkan tidak mengandung unsure bunga (riba) .

  1. Konsep Pengelolaan Dana

Sesuai dengan fungsi bank sebagai intermediary yaitu lembaga keuangan penyalur dana nasabah penyimpan kepada nasabah peminjam, dana nasabah yang terkumpul dengan cara investasi dimanfaatkan ke dalam transaksi perniagaan yang diperbolehkan pada sistem syariah. Hasil keuntungan  dari pemanfaatan dana nasabah yang disalurkan ke dalam berbagai usaha itulah yang akan dibagikan kepada nasabah. Berbeda dengan bank konvensional tidak peduli apakah simpanan tersebut  disalurkan ke dalam usaha atau tidak , bank tetap wajib membayar bunganya .

  1. Kewajiban Mengelola Zakat

Bank syariah diwajibkan mengelola zakat yaitu dalam arti wajib membayar zakat, menghimpun, mengadministrasikannya dan mendistribusikannya. Hal ini merupakan fungsi dan peran pada bank syariah untuk memobilisasi dana-dana sosial(zakat,infak dan sedekah)

  1. Struktur Organisasi

Di dalam struktur organisasi suatu bank syariah diharuskan adanya dewan pengawas syariah (DPS) bertugas mengawasi segala aktifitas bank agar selalu sesuai dengan prinsip-prinsip syariah. DPS ini dibawahi oleh Dewan Syariah Nasional (DSN) Berdasarkan laporan dari DPS pada masing-masing lembaga keuangan syariah, DSN dapat memberikan teguran jika lembaga yang bersangkutan menyimpang. DSN juga dapat mengajukan rekomendasikan kepada lembaga yang memiliki otoritas seperti Bank Indonesia dan Departemen Keungan untuk memberikan sanksi .

  1. Dewan Pengawas, Komisaris dan Direksi
  • Dewan pengawas : Prof. DR. Komarudin Hidayat
  • Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen:Achmad Marzuki
  • Komisaris Independen:Abdillah
  • Komisaris Independen:Ramzi A Zuhdi
  • Komisaris:Lilis Kurniasih
  • Komisaris:Tardi
  • Direktur Utama: Yuslam Fauzi
  • Direktur:Achmad Syamsudin
  • Direktur:Hanawijaya
  • Direktur:Sugiharto
  • Direktur:Amran Nasution
  • Direktur:Zainal Fanani

E. Jenis Dan Kegiatan Usaha Bank Umum Syariah (BUS)

Untuk mengenal jenis dan kegiatan usaha Bank Umum Syariah (BUS), hal ini telah dijelaskan dalam undang – undan perbankan syariah sebagaimana tertuang dalam Undang-Undang RI No.21 Tahun 2008 Pasal 19.

Menurut Pasal 19 Kegiatan Bank Umum Syariah meliputi :

  1. Menghimpun dana dalam bentuk simpanan berupa giro, tabungan atau bentuk lainnya yang dipersamakan dengan itu berdasarkan akad wadi’ah atau akad lain yang tidak bertentangan dengan prinsip syariah
  2. Menghimpun dana dalam bentuk investasi berupa deposito, tabungan, atau bentuk lainnya yang dipersamakan dengan itu berdasarkan akad mudharabah atau akad lain yang tidak bertentangan dengan prinsip syariah
  3. Menyalurkan pembiayaan bagi hasil berdasarkan akad mudharabah, akad musyarakah, atau akad lain yang tidak bertentangan dengan prinsip syariah
  4. Menyalurkan pembiayaan berdasarkan akad murabahah, akad salam, akda istishna, atau akad lain yang tidak bertentangan dengan prinisp syariah
  5. Menyalurkan pembiayaan berdasarkan akad qardh atau akad lain yang tidak bertentangan dengan prinsip syariah
  6. Menyalurkan pembiayaan penyewaan barang bergerak atau tidak bergerak berdasarkan akad ijarah dan / atau sewa beli dalam bentuk ijarah muntahiya bittamlik atau akad lain yang tidak bertentangan dengan prinisp syariah
  7. Melakukan pengambil alihan utang berdasarkan akad hawalah atau akad lain yang tidak bertentangan dengan prinsip syariah
  8. Melakukan usaha kartu debit dan / atau kartu pembiayaan berdasarkan prinsip syariah
  9. Membeli, menjual, atau menjamin atas resiko sendiri surat berharga pihak ke-tiga yang diterbitkan atas dasar transaksi nyata berdasarkan prinisp syariah, antara lain, seperti akad ijarah, musyarakah, mudharabah, murabahah, kafalah, atau hawalah.
  10. Membeli surat berharga berdasarkan prinsip syariah yang diterbitkan oleh pemerintah dan / atau Bank Indonesia
  11. Menerima pembayaran dari tagihan atas surat berharga dan melakukan perhitungan dengan pihak ketiga atau antar pihak ketiga berdasarkan prinsip syariah
  12. Melakukan penitipan untuk kepentingan pihak lain berdasarkan suatu akad yang berdasarkan prinsip syariah
  13. Menyediakan tempat untuk menyimpan barang dan surat berharga berdasarkan prinsip syariah
  14. Memindahkan uang, baik untuk kepentingan sendiri maupun untuk kepentingan nasabah berdasarkan prinsip syariah.
  15. Melakukan fungsi sebagai wali amanat berdasarkan akad wakalah
  16. Melakukan fasilitas letter of credit atau bank garansi berdasarkan prinsip syariah, dan
  17. Melakukan kegiatan lain yang lazim dilakukan dibidang perbankan dan di bidang sosial sepanjang tidak bertentangan dengan prinsip syariah dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang – undangan
  1. Produk Bank Syariah Mandiri

    1.Tabungan BSM
    2. BSM Tabungan Berencana
    3. BSM Tabungan Investa Cendekia
    4. BSM Tabungan Mabrur
    5. BSM Tabungan Dollar

  2. BSM Tabungan Kurban

    B. Giro Bank Syariah Mandiri

    1. BSM Giro
    2. BSM Giro Valas
    3. BSM Giro Singapore Dollar
    4. BSM Giro Euro

  3. Deposito Bank Syariah Mandiri

    1. BSM Deposito
    2. BSM Deposito Valas

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s