Capacity of 5C from Syarat Pengkreditan

CAPACITY

Capacity dalam hal ini merupakan suatu penilaian kepada calon debitur mengenai kemampuan melunasi kewajiban-kewajibannya dari kegiatan usaha yang dilakukannya yang akan dibiayai dengan kredit dari bank. Jadi jelaslah maksud penilaian dari terhadap capacity ini untuk menilai sampai sejauh mana hasil usaha yang akan diperolehnya tersebut akan mampu untuk melunasinya tepat pada waktunya sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati (Mulyono,1993)

adalah kemampuan yang dimiliki calon nasabah dalam menjalankan usahanya guna memperoleh laba yang diharapkan. Kegunaan dari penilaian ini adalah untuk mengetahui sampai sejauh mana calon nasabah mampu untuk mengembalikan atau melunasi utang-utangnya secara tepat waktu dari usaha yang diperolehnya.

Pengukuran capacity tersebut dapat dilakukan melalui berbagai pendekatan berikut ini:

  1. Pendekatan historis, yaitu menilaipast performance, apakah menunjukkan perkembangan dari waktu ke waktu.
  1. Pendekatan finansial, yaitu menilai latar belakang pendidikan para pengurus
  1. Pendekatan yuridis, yaitu secara yuridis apakah calon nasabah mempunyai kapasitas untuk mewakili badan usaha yang diwakilinya untuk mengadakan perjanjian kredit dengan bank.
  1. Pendekatan manajerial, yaitu menilai sejauh mana kemampuan dan keterampilan nasabah melaksanakan fungsi-fungsi manajemen dalam memimpin perusahaan.
  1. Pendekatan teknis, yaitu untuk menilai sejauh mana kemampuan calon nasabah mengelola faktor-faktor produksi seperti tenaga kerja, sumber bahan baku, peralatan-peralatan , administrasi dan keuangan, industrial relation sampai pada kemampuan merebut pasar. Faktor – faktor tersebut akan di jabarkan kembali secara detail nya :
  • Faktor Tenaga Kerja

Dalam pengukuran peminjaman kredit, faktor Tenaga Kerja sangat lah penting untuk di perhatikan karena faktor tersebut sangat berpengaruh terhadap diterima nya atau tidak syarat pengajuan kredit. Jika Tenaga Kerja dalam suatu Lembaga/Perusahaan berjumlah banyak, otomatis akan berpengaruh terhadap hasil (Output) yang ia kerjakan termasuk pendapatannya dan berdampak pada proses pembayaran kredit jika terjadi peminjaman

.

  • Faktor Sumber Bahan Baku

Pihak Bank akan melihat rincian Bahan Baku apa saja yang digunakan dalam suatu Lembaga/Perusahaan. Jika didalam suatu Perusahaan rincian biaya bahan baku mahal, akan berpengaruh terhadap diterima atau tidaknya ajuan kreditan tersebut. Kalaupun diterima oleh pihak Bank, pihak Bank akan berfikir kembali, karena biaya bahan baku nya saja mahal, bagaimana perusahaan bisa membayar hutang – hutang nya.

  • Faktor Peralatan – Peralatan

Peralatan – peralatan dalam suatu Perusahaan/Lembaga akan di tinjau juga oleh pihak Bank, apakah peralatan – peralatan tersebut sudah hak milik sepenuhnya milik Perusahaan tersebut. Jikalau Perusahaan tersebut masih memiliki kredit dengan pihak lain, pihak Bank akan memiliki pertimbangan kembali mengenai pengajuan kredit.

  • Faktor Administrasi & Keuangan

Pihak Bank akan meminta Laporan Keuangan di Perusahaan/Lembaga guna melihat lebih terperinci kondisi dalam Perusahaan/Lembaga tersebut yang akan menjadi salah satu faktor terpenting pemberian kredit oleh Bank.

  • Faktor Kemampuan Merebut Pasar

Kemampuan Merebut Pasar merupakan bagian dari salah satu faktor Output dari syarat yang bank akan berikan, karena disini Bank akan melihat Bagaimana Perusahaan/Lembaga tersebut bisa memberikan pengaruh atau dampak kepada masyarakat atau tidak. Semakin dikenal nya Perusahaan tersebut di halayak masyarakat, semakin pintu terbuka lebar untuk peminjaman terhadap Bank.

4 Faktor dalam pembayaran :

  1. Paracalon pemberi pinjaman akan ingin tahu persis bagaimana Anda berniat untuk membayar kembali pinjaman.
  2. Pemberi pinjaman akan  mempertimbangkan arus kas dari bisnis, waktu pembayaran, dankemungkinan pembayaran sukses pinjaman.
  3. Riwayat pembayaranpada hubungan kredit yang ada – komersial pribadi dianggap sebagai indikator kinerja pembayaran di masa mendatang.
  4. Calon pemberipinjaman juga akan ingintahu tentang sumberkontingen Anda pembayaran.

 

Kapasitas utang perusahaan

adalah kemampuannya untuk mengambil hutang tambahan dan untuk layanan utang yang ada. Analisis kapasitas utang membantu organisasi menentukan berapa banyak tambahan utang mereka dapat mengeluarkan sebelum menimbulkan kekhawatiran kreditur dan lembaga pemeringkat kredit. Hasil analisis dapat diungkapkan kepada para pemangku kepentingan dalam hal rasio debt service coverage – laba sebelum bunga dan pajak biaya dibagi dengan beban bunga – dan untuk organisasi sektor publik, utang bersih per kapita – total aset dikurangi kas utang dibagi dengan populasi.

 

 

 

 

 

 

 

 

Kesimpulan

 

Jadi, dalam syarat pemberian Kredit terdapat 5 C, dan salah satu komponen nya adalah “Capacity”. Capacity merupakan kemampuan yang dimiliki calon nasabah dalam menjalankan usahanya guna memperoleh laba yang diharapkan. Kegunaan dari penilaian ini adalah untuk mengetahui sampai sejauh mana calon nasabah mampu untuk mengembalikan atau melunasi utang-utangnya secara tepat waktu dari usaha yang diperolehnya.

Sehingga, capacity merupakan bagian yang terpenting dalam 5 C .

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Daftar Pustaka

 

http://www.ehow.com/info_7992400_debt-capacity-analysis.html

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s